
Dies Natalis ke-67 UNTAN: Perkuat Inovasi dan Riset, Siap Jadi Kampus Berdampak untuk Masyarakat
Pontianak – Universitas Tanjungpura (UNTAN) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-67 di Gedung Auditorium UNTAN pada Rabu ( 20/5/2026). Momentum ini menjadi ajang refleksi perjalanan UNTAN sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada kegiatan tersebut, Dr. Shulakhudin, S.P., M.P., dosen bidang ilmu tanah Fakultas Pertanian UNTAN, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Biosilika: Mengubah Limbah Menjadi Berkah, Inovasi Biocar Residiu Bauksit untuk Pertanian Lahan Gambut dan Pertambangan Berkelanjutan.”

Dr. Shulakhudin dikenal aktif dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah. Ia juga berhasil meraih Best Innovation in the Category Climate Resilience pada ajang FLEK Innovation Challenge 2025. Melalui orasi ilmiahnya, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengolah limbah menjadi solusi berkelanjutan bagi sektor pertanian dan lingkungan.

Sementara itu, Rektor UNTAN, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si, menyampaikan laporan capaian UNTAN selama tahun 2025 hingga awal 2026. Dalam laporannya, UNTAN terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas riset strategis, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan nyata, khususnya pada sektor pangan, energi terbarukan, pertambangan, dan pengembangan wilayah tropis.
Berbagai inovasi kampus juga terus berkembang melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa. Salah satunya melalui Program Asrama Berdampak yang mengintegrasikan pendidikan karakter, kewirausahaan, serta keberlanjutan lingkungan. Selain itu, UNTAN juga mengembangkan sejumlah inovasi seperti pengolahan sampah terpadu, smart farming melon premium dan anggur, hingga teaching farm closed house.
Dari sisi kinerja, UNTAN mencatat seluruh Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2025 berhasil tercapai 100 persen. Tiga capaian tertinggi meliputi:
- IKU 3 mencapai 205%, terkait keterlibatan dosen dalam tridharma dan kolaborasi profesional.
- IKU 6 mencapai 227%, terkait jumlah kerja sama per program studi.
- IKU 8 mencapai 239%, terkait akreditasi dan sertifikasi internasional program studi.
Memasuki usia ke-67 tahun, UNTAN kini memiliki 9 fakultas dan 102 program studi mulai dari Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, hingga Doktoral. Peningkatan kualitas akademik juga terus terlihat dengan 21 program studi berakreditasi Unggul, serta 16 program studi berakreditasi internasional, terdiri dari 13 prodi terakreditasi ACQUIN dan 3 prodi terakreditasi ASIIN.
Rektor UNTAN menegaskan, seluruh capaian riset dan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen UNTAN dalam mendukung kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yakni transformasi pendidikan tinggi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Prof Garuda Wiko menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, Forkopimda, tokoh masyarakat, mitra strategis, dunia usaha, media massa, serta seluruh civitas akademika UNTAN yang telah mendukung perjalanan dan kemajuan kampus.
Melalui Dies Natalis ke-67 ini, UNTAN menegaskan komitmennya untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah maupun nasional.



