
Dosen Kedokteran FK UNTAN Ajak Siswa SMA Negeri 12 Pontianak Utara Kenali Virus dan Cegah Penyakit Tropis
PONTIANAK – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK UNTAN) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Dari Virus ke Aksi: Edukasi Interaktif Pengendalian Vektor Nyamuk dan Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan pada Siswa SMA” di SMA Negeri 12 Pontianak Utara, Batu Layang, pada 20 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan pemahaman siswa mengenai virus, penyakit tropis, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit. Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Agustina Arundina Triharja Tejoyuwono, MPH.
SMA Negeri 12 Pontianak dipilih sebagai mitra karena lokasinya yang relatif jauh dari pusat Kota Pontianak, yakni di Kecamatan Pontianak Utara dan berada di kawasan Batu Layang yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Mempawah. Pemilihan sekolah ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kesehatan bagi pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah pinggiran kota. Konteks wilayah ini selaras dengan perhatian FK UNTAN terhadap penguatan pendidikan dan kesehatan di kawasan tropis dan perbatasan. Melalui kegiatan ini, siswa juga diperkenalkan pada ilmu kedokteran dan peran tenaga medis dalam pencegahan penyakit.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengenalan konsep virus bagi perwakilan siswa kelas X hingga kelas XII serta merupakan siswa yang terlibat dalam Palang Merah Remaja (PMR). Materi pembelajaran kemudian dikembangkan menjadi edukasi kesehatan yang kontekstual dengan menghubungkan pengetahuan dasar tentang virus dengan risiko penyakit infeksi tropis, terutama demam berdarah dengue (DBD) dan malaria yang ditularkan melalui vektor nyamuk.
Perubahan cuaca di Pontianak, dari periode panas disertai asap menuju musim hujan, juga menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan kegiatan. Kondisi suhu dan kelembapan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pemahaman mengenai hubungan antara lingkungan, vektor, dan kesehatan manusia, sekaligus keterampilan melakukan pencegahan sejak dini.
Berawal dari Buku Edukasi Berbasis Flipbook dan Audiobook
Persiapan kegiatan telah dimulai sejak Juli 2026 melalui pengembangan media edukasi berupa buku cerita bergambar berbasis flipbook dan audiobook berjudul “Misteri di Balik Gigitan Nyamuk”. Buku ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik siswa SMA.
Buku tersebut memuat dua topik utama. Topik pertama adalah pengenalan virus. Topik kedua membahas penyakit akibat vektor yang membawa virus dan bakteri, disajikan melalui format audio-flipbook agar siswa dapat belajar melalui perpaduan ilustrasi dan narasi.
Pengembangan buku ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung pelaksanaan PKM, tetapi juga untuk menyediakan media pembelajaran yang dapat digunakan kembali oleh sekolah. Buku tersebut telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 14 Oktober 2026, sebelum diserahkan kepada pihak SMA Negeri 12 Pontianak sebagai mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Pembelajaran Interaktif: Dari Memahami Virus hingga Upaya Mengendalikan Vektor
Pelaksanaan edukasi ini melibatkan 16 siswa dan diawali dengan pengenalan materi melalui presentasi interaktif yang diberikan oleh dr. Iit Fitrianingrum, M.Biomed, dilanjutkan dengan pemanfaatan buku cerita bergambar dan audio-flipbook untuk membantu siswa memahami konsep virus serta kaitannya dengan penyakit tropis.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah permainan edukatif mengenai daur reproduksi virus melalui mekanisme lisis. Permainan ini menggunakan alat dan bahan sederhana sehingga proses yang bersifat mikroskopis dan abstrak dapat dipahami melalui simulasi langsung. Pendekatan tersebut juga memungkinkan guru mereplikasi permainan sebagai alternatif media pembelajaran di kelas.
Selain pengenalan virus, siswa memperoleh edukasi mengenai penyakit yang berkaitan dengan lingkungan tidak sehat, penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk, pengenalan gejala awal dan tanda bahaya penyakit, serta langkah pencegahan melalui kebersihan lingkungan. Siswa diajak memahami bahwa pencegahan penyakit tidak cukup hanya dengan mengenali penyebabnya, tetapi juga memerlukan tindakan nyata, seperti menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk, mengelola sampah, dan menjaga lingkungan sekolah tetap bersih.
Materi deteksi dini dan penanganan awal juga menjadi bagian dari edukasi agar siswa mampu mengenali kondisi yang membutuhkan pertolongan. Dalam situasi kegawatdaruratan, siswa diarahkan untuk segera meminta bantuan guru atau petugas kesehatan dan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Ikatan Mahasiswa Kedokteran UNTAN (IMKU). Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan edukasi kesehatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pengetahuan Meningkat, Literasi Kesehatan Diperkuat
Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, dengan hasil post-test mencapai 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang memadukan penjelasan materi, media visual-audio, dan permainan edukatif berpotensi membantu siswa memahami konsep dasar biologi sekaligus menerapkannya dalam konteks kesehatan masyarakat.
Bagi siswa, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret mengenai virus dan vektor, sekaligus memperluas pemahaman bahwa kesehatan manusia berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam menerapkan perilaku pencegahan penyakit di sekolah, rumah, dan lingkungan sekitarnya.
Kepala SMA Negeri 12 Pontianak, Ana Sri Sayekti Matofani, S.Pd., M.Pd., bersama Ika Novita, S.Pd., guru Biologi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai buku dan materi edukasi yang diberikan bermanfaat, tidak hanya bagi siswa yang mengikuti kegiatan, tetapi juga bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif.
Mendorong Keberlanjutan Edukasi Kesehatan di Sekolah
Salah satu nilai penting kegiatan ini adalah keberlanjutan program. Buku “Misteri di Balik Gigitan Nyamuk” dan permainan edukatif yang dikembangkan tidak berhenti digunakan pada saat pelaksanaan PKM, tetapi dapat dimanfaatkan kembali oleh guru dan siswa pada kegiatan pembelajaran berikutnya.
Dengan tersedianya media yang telah diserahkan kepada sekolah, materi pengenalan virus, penyakit akibat vektor, dan pencegahan berbasis lingkungan dapat disampaikan kepada lebih banyak siswa pada tahun-tahun mendatang. Permainan dengan alat sederhana juga memungkinkan sekolah mengembangkan pembelajaran serupa tanpa bergantung pada fasilitas khusus.
Ke depan, model edukasi ini berpotensi dikembangkan melalui kegiatan PMR, kampanye kebersihan lingkungan, pembelajaran Biologi, dan program kesehatan sekolah. Siswa dapat dilibatkan dalam identifikasi tempat berisiko perkembangbiakan nyamuk serta penyebaran pesan pencegahan kepada teman sebaya dan keluarga.
Melalui kegiatan bertajuk “Dari Virus ke Aksi”, FK UNTAN berharap edukasi kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran dan keterampilan praktis generasi muda dalam mencegah penyakit tropis. Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi mahasiswa diharapkan terus berkembang untuk menghadirkan program pengabdian yang aplikatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tag:PKM, UNIVERSITAS TANJUNGPURA, untan



