
FK Untan Perkuat Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Hadapi Banjir di Tayan Hilir
SANGGAU – Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim dosen Program Studi Keperawatan FK Untan menyelenggarakan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan dalam Menghadapi Bencana Banjir” tersebut dipimpin oleh Ns. I Made Moh. Yanuar Saifudin, S.Kep., M.Kep. bersama tim dosen yang terdiri atas Wulida Litaqia, S.Kep., Ns., M.Kep., Devi Harmita, S.Tr., Ners., M.Kep., dan Ns. Eza Kemal Firdaus, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB. Dua mahasiswa Program Studi Keperawatan, Taufik Ramadhan dan Nabila Juwita Rivaldi, turut terlibat dalam kegiatan sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.
Sebanyak 18 tenaga kesehatan yang terdiri atas perawat, bidan, tenaga gizi, dan petugas promosi kesehatan mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Puskesmas Tayan Hilir. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, hingga evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta.
Ketua Tim PKM, Ns. I Made Moh. Yanuar Saifudin, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Menurutnya, meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, menuntut tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan respons cepat dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan.
“Ketika bencana terjadi, masyarakat sangat bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan. Karena itu, pemahaman mengenai manajemen bencana, identifikasi risiko, koordinasi pelayanan, hingga penanganan kelompok rentan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Kecamatan Tayan Hilir diketahui menjadi salah satu wilayah yang cukup rentan terhadap banjir. Kondisi geografis dan keberadaan aliran sungai menyebabkan kejadian banjir kerap terjadi dan berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Situasi tersebut menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan penguatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Tayan Hilir, H. Buyong, SKM, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pelatihan terkait kesiapsiagaan bencana masih terbatas, sementara tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan saat terjadi banjir cukup besar.
Ia berharap kerja sama antara Puskesmas Tayan Hilir dan Fakultas Kedokteran Untan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan kapasitas, seperti simulasi kebencanaan, pelatihan lanjutan, hingga penyusunan rencana kontinjensi di tingkat fasilitas kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar manajemen bencana, identifikasi risiko banjir, strategi kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, komunikasi dalam kondisi darurat, serta langkah-langkah menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan saat bencana terjadi. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pengalaman lapangan yang dibagikan peserta, mulai dari kendala akses menuju lokasi terdampak hingga distribusi obat dan alat kesehatan saat banjir.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam menghadapi kondisi darurat yang memerlukan koordinasi dan kesiapan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, FK Untan kembali menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.



