
FK Untan Serahkan Buku “Manajemen Kesehatan Terpadu dalam Penanggulangan Bencana Banjir”
Pontianak – Universitas Tanjungpura melalui Fakultas Kedokteran (FK Untan) secara resmi menyerahkan buku hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul Manajemen Kesehatan Terpadu dalam Penanggulangan Bencana Banjir, Jumat (13/3/2026). Penyerahan buku dilaksanakan di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura dan diwakili oleh Wakil Rektor II Untan, Dr. M. Irfani Hendri, S.E., M.Si.
Buku tersebut merupakan luaran dari kegiatan tanggap darurat bencana yang dilaksanakan oleh tim FK Untan di wilayah Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara. Program ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat pada situasi kebencanaan.
Selain menjadi dokumentasi ilmiah dari pengalaman lapangan, buku ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana banjir di Indonesia. Penyerahan buku ini sekaligus menegaskan kontribusi akademisi dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana berbasis ilmu pengetahuan.
Tim pengabdian FK Untan yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas dr. Alex, M.Biomed.; Agus Fitriangga, M.K.M.; Asmaurika Pramuwidya, S.ST., M.Kes.; dr. Poppy Novitarini, M.Ked.(An), Sp.An-TI, Subsp. M.N.(K); Dr. dr. Rangga Putra Nugraha, Sp.THT-BKL, M.Sc.; Ahmad Ramdhani, S.Kep., M.Biomed.; serta dr. Eka Ardiani Putri, M.MKes., M.H.
Selain para dosen dan tenaga kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa kedokteran, yaitu Agustiyanus Tiya, S.Ked. dan Sri Adiningsih, S.Ked. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan kemanusiaan sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis praktik di bidang kesehatan masyarakat dan kedokteran bencana.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas generasi muda tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan akibat bencana. Kegiatan tanggap darurat ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas penanganan kesehatan di wilayah terdampak bencana.
Dalam acara penyerahan buku tersebut turut hadir tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura, antara lain dr. Eka Ardiani Putri, M.MKes., M.H.; Ns. Faisal Kholid Fahdi, M.Kep.; serta Asmaurika Pramuwidya, S.ST., M.Kes. Kehadiran tim PKM menunjukkan dukungan institusi terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh sivitas akademika Untan.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Pengalaman lapangan yang dikumpulkan oleh tim kemudian diolah menjadi materi ilmiah yang sistematis dan aplikatif.
Buku Manajemen Kesehatan Terpadu dalam Penanggulangan Bencana Banjir membahas berbagai aspek penting dalam penanganan kesehatan pada situasi bencana. Materi yang disajikan meliputi karakteristik bencana banjir, manajemen penyakit menular di pengungsian, penanganan infeksi saluran pernapasan akut pada anak korban banjir, intervensi gizi darurat, dukungan psikososial bagi korban trauma, hingga pengelolaan sanitasi dan logistik farmasi di wilayah terdampak.
Selain itu, buku ini juga membahas peran edukasi kesehatan dalam mencegah wabah penyakit pascabencana serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana. Penyusunan buku ini dilakukan secara sistematis agar dapat digunakan sebagai panduan praktis bagi tenaga kesehatan, akademisi, relawan, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan bencana banjir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Tanjungpura kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Penyerahan buku ini diharapkan dapat memperluas diseminasi pengetahuan mengenai manajemen kesehatan bencana serta memperkuat kesiapsiagaan berbagai pihak dalam menghadapi bencana banjir di masa mendatang.
Kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan institusi menjadi kunci penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui publikasi ilmiah seperti ini, pengalaman lapangan dari kegiatan kemanusiaan dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran serta pengembangan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat.



