
Peksimida XVIII Kalimantan Barat 2026 Seleksi Talenta Seni Mahasiswa Menuju Peksiminas di Jember
Pontianak – Universitas Tanjungpura (Untan) kembali menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) XVIII Kalimantan Barat Tahun 2026 yang resmi dibuka di Gedung Konferensi Untan, Senin (20/7). Kegiatan yang berlangsung hingga 22 Juli 2026 ini menjadi ajang seleksi mahasiswa berbakat di bidang seni untuk mewakili Kalimantan Barat pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII yang akan diselenggarakan di Universitas Jember pada 8–12 September 2026.
Peksimida XVIII Kalimantan Barat Tahun 2026 diikuti oleh 84 peserta dari 19 perguruan tinggi di Kalimantan Barat. Seluruh peserta akan berkompetisi pada 13 tangkai lomba, yakni menyanyi dangdut, menyanyi keroncong, menyanyi pop, baca puisi, monolog, tari, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, desain poster, lukis, komik strip, dan fotografi. Pemenang pada setiap tangkai lomba akan mewakili Kalimantan Barat pada Peksiminas XVIII di Universitas Jember.

Peksimida XVIII Kalimantan Barat dibuka oleh Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Kalimantan Barat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untan, Dr. Achmadi, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Peksimida bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, kreativitas, apresiasi budaya, serta penguatan persaudaraan antarmahasiswa.
“Peksimida diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kecintaan terhadap budaya, serta kemampuan berkarya di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Achmadi.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati keputusan dewan juri, serta menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring antarmahasiswa di Kalimantan Barat.

Sekretaris BPSMI Kalimantan Barat sekaligus Kepala Bagian Akademik Untan, S. Faisal Reza, S.Sos., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti Peksimida merupakan mahasiswa yang telah lolos seleksi di perguruan tinggi masing-masing. Para pemenang dari setiap tangkai lomba nantinya akan menjadi wakil Kalimantan Barat pada Peksiminas XVIII.
“Pemenang dari kegiatan ini akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat yang telah melalui proses seleksi di kampus masing-masing,” jelasnya.

Salah seorang finalis tangkai menyanyi dangdut dari Program Studi Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untan, Tias Nur Wijayanti, mengaku mengikuti Peksimida karena kecintaannya terhadap musik dangdut sekaligus adanya kesempatan yang diberikan Untan bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat di bidang seni.
“Saya mengikuti Peksimida karena menyukai dangdut dan Untan membuka ruang bagi mahasiswa yang memiliki bakat seni. Saya berharap dapat menjadi perwakilan Kalimantan Barat pada tangkai menyanyi dangdut dan meraih prestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Karin Gusda, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Untan yang menjadi finalis tangkai baca puisi. Ia mengatakan bahwa keikutsertaannya tahun ini merupakan pengalaman kedua setelah melalui proses seleksi di tingkat universitas.
“Saya berharap dapat memberikan hasil terbaik, memenangkan seleksi tingkat daerah, dan melaju ke Peksiminas,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Peksimida XVIII Kalimantan Barat Tahun 2026, Untan terus berkomitmen mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa di bidang seni. Ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta unggul yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional sekaligus memperkuat seni sebagai media pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.



