
Kabut Asap Makin Menyesakkan, Klinik Pratama UNTAN Hadirkan Rumah Oksigen untuk Masyarakat Terdampak
PONTIANAK — Ketika kabut asap mulai menyelimuti langit Kalimantan Barat, dampaknya tidak hanya terasa pada pandangan dan aktivitas masyarakat. Bagi sebagian orang, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan, kualitas udara yang memburuk dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Klinik Pratama Universitas Tanjungpura (UNTAN) melalui Rumah Oksigen (Oksipoin) menghadirkan respons kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Kepala Klinik Pratama Universitas Tanjungpura, dr. Eka Ardiani Putri, M.Mkes., MH, menyampaikan bahwa Rumah Oksigen terutama ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Perhatian juga diberikan kepada kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit pernapasan.
Selain memberikan layanan kesehatan, Klinik Pratama UNTAN turut memberikan edukasi mengenai cara mengurangi dampak paparan asap, seperti penggunaan masker yang tepat dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
“Dampak Rumah Oksigen dapat dirasakan secara langsung selama masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan oksigen dan memberikan penanganan awal terhadap keluhan pernapasan,” ujar dr. Eka Ardiani Putri.

Tidak Berhenti pada Respons, tetapi Berlanjut
Rumah Oksigen juga diarahkan untuk menjadi bagian dari kesiapsiagaan Klinik Pratama UNTAN dalam menghadapi karhutla dan masalah kesehatan akibat kondisi lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana pendukung oksigen, pelatihan tim respons kesehatan, serta edukasi kesehatan sebelum dan selama periode rawan karhutla.
Dalam pelaksanaannya, Klinik Pratama UNTAN juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya IDI Provinsi Kalimantan Barat, PDUI Kalbar, BAZNAS, ASA Foundation, Yayasan Putri Daerah Kalbar, Meddoc, Masyarakat Ekonomi Syariah, Gesma 89, Sedekah Nusantara, RSUD Kubu Raya, dan Pemerintah Daerah Kubu Raya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat respons kesehatan ketika masyarakat membutuhkan bantuan akibat kabut asap.
Ke depan, Rumah Oksigen juga memiliki peluang untuk dikembangkan ke beberapa kabupaten di Kalimantan Barat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus memperkuat peran UNTAN dalam memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat.




