
UNTAN Dorong Publikasi dan Sitasi untuk Program Studi Unggul
PONTIANAK – Universitas Tanjungpura (UNTAN) melalui Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Program Studi Unggul dengan fokus pada optimalisasi publikasi dan sitasi dosen dalam mendukung pengembangan karier akademik serta penguatan akreditasi.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (27/8/2026) di Ruang E-Learning 5, Gedung Konferensi UNTAN, diikuti dosen UNTAN dan tiga dosen dari masing-masing perguruan tinggi mitra, yakni Universitas PGRI Pontianak, Universitas Panca Bhakti, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas OSO, Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, Universitas Widya Dharma Pontianak, Institut Agama Islam Pontianak, ITEKES Muhammadiyah, Politeknik Negeri Pontianak, dan Poltekkes Pontianak. Bimtek menghadirkan 20 narasumber UNTAN yang terdiri atas profesor dan doktor dari berbagai bidang keilmuan.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNTAN, Prof. Dr. rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T. Dalam sambutannya, Rustamaji menegaskan bahwa keunggulan program studi tidak dapat dipisahkan dari kualitas dan keunggulan dosen.
“Program studi yang unggul bukan hanya program studi yang memiliki kurikulum yang baik, sarana prasarana yang memadai, atau jumlah mahasiswa yang besar. Lebih dari itu, program studi unggul adalah program studi yang mampu menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan kontribusi akademik yang diakui dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah, serta komunitas akademik nasional dan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, publikasi ilmiah dan sitasi memiliki posisi strategis dalam membangun reputasi akademik. Publikasi tidak semestinya dipandang sebatas kewajiban administratif, tetapi menjadi sarana untuk menyebarluaskan gagasan, hasil penelitian, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Sementara itu, sitasi menjadi salah satu indikator sejauh mana karya ilmiah dibaca, dirujuk, dan dikembangkan oleh peneliti lain.
Karena itu, Rustamaji mengajak para dosen untuk tidak hanya berorientasi pada jumlah publikasi, tetapi juga memperhatikan kualitas dan dampak karya ilmiah yang dihasilkan.
“Kita tidak sekadar ingin dosen banyak publikasi, kita ingin dosen menghasilkan publikasi yang berkualitas, relevan, terdampak, dan menjadi rujukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan karier dosen tidak cukup hanya dibangun melalui aktivitas mengajar. Dosen memiliki peran sebagai pendidik, peneliti, sekaligus pengembang ilmu pengetahuan. Karena itu, diperlukan ekosistem akademik yang mendorong penelitian berkualitas, publikasi pada jurnal bereputasi, kolaborasi nasional dan internasional, peningkatan visibilitas karya ilmiah, serta penguatan rekam jejak akademik.
Dalam konteks akselerasi program studi unggul, Rustamaji mendorong agar publikasi dosen tidak lagi berjalan secara individual dan sporadis. Program studi perlu memiliki strategi yang terarah, mulai dari pemetaan kepakaran dosen, pengembangan kelompok riset, penentuan target jurnal, peningkatan kualitas artikel, hingga strategi peningkatan sitasi.
“Program studi harus memiliki peta jalan publikasi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dalam upaya meningkatkan sitasi. Menurutnya, peningkatan capaian publikasi tidak boleh mengorbankan kualitas maupun etika akademik.
“Kita tidak boleh mengejar sitasi dengan mengorbankan integritas akademik,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, setiap program studi diharapkan dapat memiliki target dan strategi publikasi yang lebih jelas, termasuk database dan pemetaan kepakaran dosen, target publikasi berdasarkan bidang unggulan, research cluster yang aktif, target jurnal nasional dan internasional, strategi peningkatan sitasi, sistem pendampingan bagi dosen, serta mekanisme monitoring secara berkala.
Rustamaji berharap Bimtek tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi menjadi momentum untuk melahirkan komitmen, target, dan strategi yang terukur dalam memperkuat budaya akademik.
“Publish with quality, collaborate with purpose, and create impact,” ujarnya.
Ia menilai, apabila strategi tersebut dilakukan secara konsisten, publikasi ilmiah tidak hanya menjadi capaian individual dosen, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi akademik untuk memperkuat reputasi program studi, fakultas, dan universitas.
Melalui penguatan kualitas publikasi, peningkatan sitasi, kolaborasi, serta dampak penelitian, UNTAN mendorong terbangunnya budaya akademik yang konsisten sebagai salah satu fondasi dalam mempercepat terwujudnya program studi yang unggul, berdaya saing, bereputasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Tag:lpmpp, program studi unggul, untan



