
Klinik Pratama UNTAN Periksa Lebih dari 900 Santri Terdampak Karhutla di Kubu Raya
Klinik Pratama Universitas Tanjungpura (UNTAN) melalui Tim Bencana Klinik, melaksanakan kegiatan tanggap darurat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Klinik Pratama UNTAN dalam memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan dan peningkatan kesehatan masyarakat yang terdampak paparan asap dan penurunan kualitas udara akibat Karhutla.
Tim Bencana Klinik Pratama UNTAN juga melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak, salah satunya di Pesantren Darul Ulum, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan menyasar masyarakat dan para santri yang berjumlah 900 orang lebih, sebagai kelompok yang berpotensi mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap, terutama gangguan pada sistem pernapasan.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap keluhan dan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap, dengan memberikan pelayanan pemeriksaan dasar serta edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara memburuk. Tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat, menjaga hidrasi, memperhatikan gejala gangguan pernapasan, serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila muncul keluhan yang semakin berat.
Selain pemeriksaan kesehatan, pembagian masker menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masker diberikan sebagai salah satu upaya perlindungan untuk mengurangi paparan partikulat dan asap selama masyarakat beraktivitas di lingkungan yang terdampak. Tim juga mengingatkan bahwa penggunaan masker perlu disertai dengan langkah perlindungan lainnya, terutama mengurangi paparan asap dan memantau kondisi kesehatan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan dampak Karhutla tidak hanya berfokus pada aspek pemadaman api, tetapi juga membutuhkan respons kesehatan masyarakat yang cepat, preventif, dan kolaboratif.
Klinik Pratama UNTAN berupaya mengambil peran melalui pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak. Melalui Tim Bencana internal, yang bekerjasama dengan IDI, & pemerintah, Klinik Pratama UNTAN berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, memberikan edukasi, pelayanan pemeriksaan kesehatan, serta mendukung upaya perlindungan masyarakat selama periode Karhutla dan kabut asap.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat resiliensi kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi khususnya Universitas Tanjungpura dalam menghadapi risiko bencana lingkungan secara berkelanjutan.
“Klinik Pratama UNTAN hadir bukan hanya ketika masyarakat sakit, tetapi juga untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas melalui edukasi, deteksi dini, dan respons kesehatan pada situasi bencana.




