
Klinik Untan Raih Penghargaan BPJS 2026
Klinik Pratama Universitas Tanjungpura meraih penghargaan dari BPJS Kesehatan pada Jumat, 24 April 2026 sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, adaptif, dan berbasis digital melalui implementasi sistem P-CARE, antrean online, dan I-CARE.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan Klinik Pratama Untan dalam mengintegrasikan layanan digital kesehatan secara optimal di tingkat fasilitas kesehatan pertama, sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pengelola Klinik Pratama Untan, dr. Eka Ardiani Putri, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan merupakan suatu kehormatan sekaligus bentuk pengakuan atas komitmen Klinik Pratama Universitas Tanjungpura dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adaptif, dan berbasis digital. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola, serta menjaga kepercayaan masyarakat sebagai mitra layanan kesehatan yang profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Klinik Pratama Untan telah mengadopsi dan mengintegrasikan sistem layanan digital secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir, sejalan dengan transformasi digital yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan. Implementasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta kebutuhan pelayanan di tingkat fasilitas kesehatan pertama.
“Implementasi sistem digital ini kami lakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, sehingga pelayanan tetap berjalan optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas dr. Eka.
Dalam proses implementasinya, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, di antaranya adaptasi sumber daya manusia terhadap teknologi baru, kebutuhan peningkatan infrastruktur digital, serta penyesuaian alur pelayanan agar tetap efisien tanpa mengurangi kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.
“Selain itu, edukasi kepada pasien terkait penggunaan layanan digital juga menjadi bagian penting yang terus kami optimalkan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan secara maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, penerapan sistem digital seperti P-CARE, antrean online, dan I-CARE dinilai memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pelayanan.
“Proses administrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi sehingga waktu tunggu pasien dapat ditekan. Tenaga kesehatan juga dapat lebih fokus pada aspek klinis karena didukung oleh sistem informasi yang akurat dan real-time,” ungkapnya.
Ke depan, Klinik Pratama Untan berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang lebih inovatif dan terintegrasi, baik dari sisi teknologi maupun kualitas sumber daya manusia.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat digitalisasi layanan, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.



