
Ramadhan Momentum Transformasi Perguruan Tinggi Berdampak
Pontianak – Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum transformasi perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam kultum Ramadhan 1447 H pada malam pertama Ramadhan di Masjid Al Muhtadin Untan, Rabu (18/2/2026).
Dalam tausiyah bertajuk “Ramadhan sebagai Momentum Transformasi Perguruan Tinggi Berdampak”, Rektor menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi ruang pembentukan karakter dan integritas. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa, yakni membentuk insan bertakwa.
“Taqwa bukan hanya rasa takut, tetapi kesadaran mendalam bahwa setiap perbuatan, setiap keputusan, dan setiap ilmu yang kita miliki akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Menurutnya, nilai ketakwaan memiliki relevansi kuat dengan kehidupan akademik. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang kian pesat, perguruan tinggi dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga arif dan bijak dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan.
Rektor juga menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim. Ia mengutip sejumlah hadis yang menegaskan pentingnya ilmu sebagai cahaya yang menerangi kehidupan. Namun, ilmu tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan harus diamalkan, disebarluaskan, dan digunakan untuk kemaslahatan umat.
“Orang yang berilmu memiliki tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmunya, menyebarkannya, serta memastikan ilmu tersebut digunakan untuk kebaikan, bukan untuk kerusakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat memerlukan solusi berbasis metode ilmiah yang kuat, jujur, dan berintegritas. Karena itu, integrasi antara kecerdasan intelektual dan spiritual menjadi fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi.
Sebagai bagian dari keluarga besar Untan, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika melakukan muhasabah atau evaluasi diri selama Ramadhan. Momentum ini diharapkan mampu mendorong transformasi institusi yang berlandaskan empati, kejujuran, dan integritas, sehingga kehadiran perguruan tinggi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga setiap langkah dan ikhtiar kita menjadi bagian dari amal saleh yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kultum tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan tidak hanya memperkuat dimensi spiritual, tetapi juga menjadi energi moral dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan.

Tag:berdampak, garuda wiko, perguruantinggi, ramadhan, rektor, untan



