
Kupas Peran Matematika dalam Ketahanan Bencana, Prodi Matematika FMIPA UNTAN Gelar Kuliah Umum “Matematika dan Bencana: Bestie or Enemy?”
Di tengah meningkatnya intensitas bencana di Indonesia, Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (UNTAN) menegaskan bahwa matematika memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut. Hal ini tercermin dalam kuliah umum bertema “Matematika dan Bencana, Bestie or Enemy?” yang diselenggarakan pada Senin, 4 Mei 2026 di Gedung Konferensi UNTAN, Ruang E-Learning 3 dan 4. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang refleksi bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana matematika dapat bertransformasi dari sekadar konsep teoritis menjadi alat analisis yang aplikatif dalam pengelolaan risiko bencana.
Sebanyak 108 peserta yang didominasi oleh mahasiswa Program Studi Matematika, serta sebagian dari mahasiswa statistika, mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kehadiran jajaran pimpinan dan dosen Jurusan Matematika, di antaranya Dr. Yundari, S.Si., M.Sc. selaku Ketua Jurusan, Dr. Nilamsari Kusumastuti, S.Si., M.Sc. selaku Sekretaris Jurusan, Dr. Bayu Prihandono, S.Si., M.Sc. selaku Koordinator Program Studi Matematika, serta Dr. Evy Sulistianingsih, M.Sc. selaku Koordinator Program Studi Statistika, semakin memperkuat atmosfer akademik yang kondusif dan penuh semangat ilmiah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 12.30 WIB yang dikoordinasikan oleh Tasya Hidayanti dan Shafa Maulidya. Tepat pukul 13.00 WIB, acara dibuka oleh pembawa acara, Jesika, yang memandu jalannya kegiatan secara tertib dan komunikatif. Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen mahasiswa, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dr. Bayu Prihandono, S.Si., M.Sc. yang turut memperkenalkan secara singkat latar belakang narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Muhammad Amarulhakim Pidieatmadja dan sesi foto bersama yang menandai dimulainya kegiatan inti.

Memasuki sesi utama, moderator Yuyun Eka Pratiwi, S.Si., M.Aktr. memandu jalannya kuliah umum dengan diawali pembacaan curriculum vitae narasumber. Danang Teguh Qoyyimi, M.Sc., Ph.D. dalam pemaparannya yang berjudul “Matematika di Balik Ketahanan Indonesia Menghadapi Bencana: Perspektif Aktuaria dalam Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana” menekankan bahwa risiko bencana dapat dianalisis secara kuantitatif melalui pendekatan aktuaria. “Melalui model matematis, kita dapat memperkirakan peluang kejadian dan dampak kerugian, sehingga kebijakan pembiayaan dan mitigasi dapat dirancang secara lebih tepat dan berkelanjutan,” jelasnya. Pemaparan tersebut membuka wawasan peserta mengenai bagaimana matematika berkontribusi langsung dalam sistem pengelolaan risiko modern.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan matematika dalam konteks kebencanaan. Kelancaran kegiatan ini didukung oleh kontribusi tim mahasiswa yang berperan aktif dalam memastikan jalannya acara tetap tertib dan kondusif. Suasana semakin dinamis melalui sesi ice breaking yang disertai permainan interaktif, sehingga mampu mencairkan suasana dan meningkatkan keterlibatan peserta. Selain itu, penyampaian materi oleh narasumber yang komunikatif dan tidak kaku turut menciptakan atmosfer akademik yang nyaman, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih santai namun tetap fokus.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai Program Magister Matematika Universitas Gadjah Mada oleh narasumber, yang disertai sesi tanya jawab singkat dan mendapat respons positif dari peserta. Sebagai bentuk apresiasi, panitia turut memberikan penghargaan kepada peserta yang aktif dalam diskusi maupun kegiatan interaktif. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib, mencerminkan tingginya keterlibatan peserta sepanjang kegiatan. Kuliah umum ini tidak hanya menjadi wadah berbagi wawasan, tetapi juga menegaskan bahwa matematika memiliki peran nyata sebagai alat analisis dalam memahami dan merumuskan solusi terhadap risiko bencana. Melalui kegiatan ini, Program Studi Matematika FMIPA Universitas Tanjungpura menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan serta tantangan di masyarakat.



