
Perkuat Transformasi Perguruan Tinggi, Untan Gelar Workshop Humas sebagai Strategic Partner
Pontianak – Universitas Tanjungpura (Untan) menjadi tuan rumah Workshop “Humas sebagai Strategic Partner dalam Mendorong Transformasi dan Daya Saing Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan pada Selasa 7 Juni Tahun 2026 di Ruang Rapat Senat Lantai 3 Gedung Rektorat Untan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengelola hubungan masyarakat (Humas) dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kalimantan Barat, termasuk dari Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, serta sejumlah daerah lainnya.
Workshop dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Universitas Tanjungpura, Endah Priyanti, S.Hut., M.M., yang hadir mewakili Rektor Universitas Tanjungpura. Dalam sambutannya, Endah menegaskan bahwa humas perguruan tinggi memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui komunikasi yang efektif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, humas tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis pimpinan dalam membangun reputasi institusi, memperkuat kepercayaan publik, serta menyampaikan berbagai capaian dan inovasi perguruan tinggi kepada masyarakat secara akurat dan berdampak.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yakni Dinna Handini, Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemdiktisaintek, serta Ayu Pravitasari, Penanggung Jawab Media Sosial Kemdiktisaintek.

Pada sesi pertama, Dinna Handini menjelaskan mengenai peran humas sebagai strategic partner dalam mendukung transformasi perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa humas harus mampu menjadi penghubung antara kebijakan institusi dengan kebutuhan publik melalui komunikasi yang terencana, responsif, dan berbasis data. Selain membangun citra positif perguruan tinggi, humas juga diharapkan mampu mengelola isu, memperkuat kolaborasi lintas unit, serta menghadirkan narasi yang mencerminkan dampak nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.

Sementara itu, pada sesi kedua, Ayu Pravitasari membahas strategi pengelolaan media sosial institusi di era digital. Ia menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi instrumen komunikasi strategis dalam membangun reputasi institusi dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dalam paparannya, Ayu turut menjelaskan pedoman pengelolaan konten serta identitas visual yang diterapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai acuan bagi perguruan tinggi dalam menyampaikan informasi secara konsisten, profesional, dan mudah dikenali oleh publik.


Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti diskusi secara aktif dengan mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi humas perguruan tinggi, mulai dari pengelolaan media sosial, penyampaian informasi kepada publik, hingga strategi menghadapi dinamika komunikasi di era digital. Forum ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarperguruan tinggi dalam mengembangkan praktik kehumasan yang inovatif dan adaptif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Universitas Tanjungpura berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antarhumas perguruan tinggi di Kalimantan Barat dalam membangun komunikasi publik yang profesional, kredibel, dan berdampak. Penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan diharapkan mampu mendukung transformasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat regional maupun nasional.



