
Prof. Rustamaji di Forum Internasional KUUB 2026: Tekankan Tata Kelola Berkelanjutan di Borneo dan Peran Kampus di Kalimantan dalam Pembangunan IKN
Samarinda — Wakil Rektor IV Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Dr.rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., menjadi narasumber dalam KUUB International Convention 2026 pada 20–22 Oktober 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam sesi Dialog II,
ia membawakan materi “Relocating Governance: Lessons in Institutional Integrity from Capital City Transitions” yang membahas integritas kelembagaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan pelayanan publik dalam proses perpindahan pusat pemerintahan.
“Gedung dan lokasi dapat berubah, tetapi kewenangan, keputusan, layanan publik, serta kepercayaan warga harus tetap terpelihara,” demikian pesan utama Prof. Rustamaji dalam paparannya.
Ia menegaskan, perguruan tinggi berperan sebagai mitra pengetahuan independen melalui penelitian berbasis bukti, evaluasi kebijakan, dan pemantauan jangka panjang. Tata kelola yang baik, menurut kerangka paparannya, perlu menjamin kejelasan kewenangan, kesiapan pelayanan, akuntabilitas keputusan, partisipasi masyarakat, dan kesinambungan kebijakan.
Prof. Rustamaji juga mengangkat persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat sebagai contoh tantangan tata kelola lingkungan. Materinya mencantumkan luas kebakaran mencapai 28.680,47 hektare pada Januari–Juni 2026 serta pengalaman penelitian Untan bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di Punggur Kecil dan Limbung, Kabupaten Kubu Raya, pada akhir 2023. Pengalaman tersebut menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga, pemetaan risiko, dan pelibatan masyarakat.
Guna memperkuat kolaborasi perguruan tinggi di Borneo, Prof. Rustamaji mengusulkan tiga inisiatif, yakni Borneo Governance Research untuk penelitian bersama, Knowledge and Policy Dialogue sebagai forum dialog kebijakan, serta Young Leaders for Integrity untuk pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Usulan awal juga mencakup penjajakan jejaring antarkampus dan penentuan kajian percontohan. Inisiatif tersebut masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan resmi KUUB atau komitmen pendanaan.
KUUB International Convention 2026 mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, serta Brunei Darussalam. Pada sesi pembukaan, Rektor Universitas Mulawarman sekaligus Deputi Chairman KUUB, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyambut para delegasi internasional dan menekankan pentingnya peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta tata kelola pemerintahan yang baik seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Ia juga mendorong generasi muda dan mahasiswa daerah untuk mempersiapkan diri agar dapat berkontribusi dalam pembangunan masa depan IKN.
Sementara itu, Chairman KUUB sekaligus Pengarah Universiti Putra Malaysia Sarawak, Prof. Dr. Shahrul Razid Sarbini, mengulas perjalanan konsorsium yang dimulai pada 2023 dan berkembang melalui pertemuan di sejumlah wilayah Borneo. Ia menegaskan bahwa KUUB dibangun untuk memperkuat pendidikan tinggi melalui kolaborasi riset, mobilitas staf dan mahasiswa, serta kerja sama antarinstitusi. Dalam konvensi ini, KUUB juga memperluas jejaring melalui penerimaan anggota baru dan penyelenggaraan Borneo Youth Leadership Summit untuk mendorong lahirnya calon pemimpin muda kawasan.
Keikutsertaan Untan pada konvensi ini menjadi menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik dalam isu tata kelola, pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan kawasan Borneo. Melalui kolaborasi lintas negara, perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan dan rekomendasi berbasis bukti yang mendukung kebijakan publik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



