
Rektor UNTAN: Ketahanan Nasional Butuh Sinergi Seluruh Sumber Daya Bangsa
Penguatan ketahanan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, tidak hanya institusi pertahanan. Perguruan tinggi dan institusi sipil juga memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, data, serta kapasitas keilmuan yang dapat berkontribusi dalam memperkuat kesiapan nasional.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Tanjungpura (UNTAN), Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., saat menyampaikan materi tentang arsitektur ketahanan nasional kepada jajaran Kodam XII/Tanjungpura dalam kegiatan bertema“Peran Pemilik dan Pengelola SDAB Komduk dalam Mendukung Ketahanan dan Pertahanan Nasional” di Hotel Alimoer, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyiapan kader pemilik dan pengelola Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB) Komponen Pendukung (Komduk) tingkat Kodam Tahun Anggaran 2026.
Dalam paparannya, Prof. Garuda Wiko menekankan pentingnya membangun ketahanan nasional melalui sinergi dan integrasi berbagai sumber daya yang dimiliki bangsa. Menurutnya, kesiapan nasional tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan aset, tetapi juga kemampuan institusi dalam mengenali aset dan kapasitas yang dimiliki, mengetahui pihak yang mengelola, serta memastikan sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal ketika dibutuhkan.
“Ketahanan nasional pada dasarnya dibangun dari kesiapan seluruh sumber daya yang dimiliki bangsa, termasuk bagaimana institusi mengetahui aset dan kapasitas yang dimiliki, siapa yang mengelola, serta bagaimana sumber daya tersebut dapat tetap tersedia ketika dibutuhkan,” jelas Prof. Garuda.
Menurutnya, ketahanan nasional merupakan sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai komponen, mulai dari komponen utama, komponen cadangan, hingga komponen pendukung. Dalam kerangka tersebut, institusi sipil memiliki posisi strategis karena menguasai berbagai sumber daya yang dapat mendukung kemampuan nasional dalam menghadapi ancaman, bencana, maupun situasi krisis.
“Tantangan yang dihadapi saat ini juga semakin kompleks. Gangguan logistik, disrupsi infrastruktur, ancaman hibrida, bencana, hingga berbagai bentuk krisis dapat berdampak terhadap keberlangsungan suatu wilayah. Karena itu, kesiapan nasional perlu dibangun secara terencana, terkoordinasi, dan didukung data yang akurat,” ujarnya.
Prof. Garuda menegaskan bahwa data menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perencanaan ketahanan nasional. Pendataan dan validasi diperlukan untuk mengetahui secara jelas kapasitas, lokasi, status, serta pengelolaan berbagai sumber daya yang berpotensi mendukung kepentingan nasional.
Dalam konteks tersebut, pemilik dan pengelola SDAB Komduk memiliki peran strategis. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan aset, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kesiapan nasional. Pengelolaan sumber daya perlu memperhatikan aspek legalitas, status aset, keberlanjutan fungsi, serta kesiapan pemanfaatannya ketika menghadapi kondisi darurat atau eskalasi krisis.
Prof. Garuda Wiko juga mengenalkan enam peran strategis pimpinan institusi, yaitu Asset Provider, Data Provider, Asset Manager, Risk Manager, Continuity Manager, dan Security Partner. Keenam peran tersebut menggambarkan pentingnya institusi dalam menyediakan aset dan data, mengelola sumber daya, mengidentifikasi risiko, menjaga keberlanjutan operasional, serta membangun kemitraan dalam aspek keamanan.
Konsep tersebut memiliki relevansi bagi perguruan tinggi. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki sumber daya manusia, fasilitas, infrastruktur, data, serta kapasitas keilmuan yang dapat diberdayakan untuk mendukung ketahanan nasional.
Melalui kerangka 6K—Kenali, Klasifikasikan, Ketahui, Kelola, Koordinasikan, dan Kawal Keamanan setiap institusi didorong membangun sistem pengelolaan sumber daya yang lebih terstruktur. Pendekatan ini penting untuk memastikan institusi tetap mampu menjalankan fungsi utamanya, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi situasi krisis.
Dengan demikian, ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi pertahanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi, institusi sipil, dan berbagai pemangku kepentingan memiliki peran dalam memastikan sumber daya yang dimiliki dapat dikelola secara baik dan siap mendukung kepentingan nasional ketika dibutuhkan.

Tag:garuda wiko, rektor untan



