
Rektor UNTAN Pimpin Pengambilan Sumpah PNS, Tekankan Integritas dan Orientasi Pelayanan
PONTIANAK, UNTAN — Rektor Universitas Tanjungpura (UNTAN), Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., memimpin prosesi pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan UNTAN, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai III Gedung Rektorat UNTAN.
Prosesi diawali dengan kehadiran Rektor UNTAN dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, para PNS mengikuti pengucapan sumpah/janji sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing dengan didampingi oleh rohaniwan.
Dalam sumpah/janji tersebut, para PNS menyatakan komitmen untuk setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara, dan pemerintah. Mereka juga berkomitmen menjalankan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab serta mengutamakan kepentingan negara.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah/Janji secara simbolis. Penandatanganan disaksikan oleh Rektor UNTAN, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., Kepala Biro Keuangan dan Umum UNTAN Fahrizal, S.E., M.M., serta Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat UNTAN, Endah Purwanti, S.Hut., M.Si.
Penandatanganan secara simbolis diwakili oleh Friska Siallagan, S.Kom., M.Kom.; Dr. Muhammad Romli, S.Si., M.Si.; Muhammad Alfi Arita Dwi Putra, A.Md.Teknik; dan Angela Vitanis Pranasukma, S.Hut.
Rektor: Pengambilan Sumpah Menjadi Awal Pengabdian
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang telah mengikuti pengambilan sumpah/janji. Ia menekankan bahwa momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab sebagai bagian dari aparatur sipil negara sekaligus bagian dari UNTAN.
“Momentum ini adalah awal dari sebuah alur pengabdian saudara sebagai bagian resmi dari aparatur sipil negara yang memiliki tanggung jawab moral dan profesional sebagai bagian dari Universitas Tanjungpura.”
Prof. Dr. Garuda Wiko menyampaikan bahwa pengambilan sumpah/janji merupakan bentuk kepercayaan negara yang diikuti dengan tuntutan untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan. Menurutnya, UNTAN membutuhkan ASN yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu bekerja sama dalam mendukung tujuan institusi. “Mari kita bangun semangat kerja yang berorientasi pada layanan dan hasil atau
dampak, bukan semata-mata menggugurkan kewajiban.”
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya kolaborasi dan komunikasi dalam mendukung perkembangan UNTAN.

Dorong ASN UNTAN Terus Mengembangkan Kompetensi
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Garuda Wiko turut mengajak para PNS untuk memahami sejarah berdirinya UNTAN dan semangat para pendirinya dalam membangun sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah, terutama melalui pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Karena itu, para dosen dan tenaga kependidikan didorong untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang masing-masing. Khusus bagi dosen baru, Rektor mendorong agar mereka melanjutkan pendidikan dan aktif dalam publikasi serta penelitian. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi sebagai bagian dari pengembangan akademik dan institusi.
“Bahasa universal universitas itu bukan gedung 10 lantai. Bukan fasilitas, tetapi bahasa universal universitas itu adalah publikasi.”
Menurutnya, kemampuan berbahasa juga perlu diperkuat agar sivitas akademika UNTAN dapat berkomunikasi di tingkat regional maupun global. Ia menyebut bahasa Inggris, Mandarin, dan bahasa lain yang relevan dengan bidang masing-masing sebagai salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan.

Dorong Pemanfaatan AI secara Bijak
Dalam sambutannya, Rektor juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin memengaruhi dunia kerja dan pendidikan. Ia mengingatkan sivitas akademika untuk menggunakan AI secara bijak dan tetap mengedepankan integritas dalam penggunaannya.
“Gunakan AI secara bijak!”
Menurutnya, pemanfaatan AI perlu diiringi kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap cara menggunakan teknologi tersebut secara tepat. Ia juga mendorong sivitas akademika untuk terus mengembangkan kemampuan prompt engineering agar dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan relevan.
Rektor menekankan bahwa perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap keterampilan masa depan semakin penting. Karena itu, PNS UNTAN diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan yang telah dimiliki, tetapi terus memperbarui kompetensi agar mampu menjawab persoalan yang berkembang.
“Persoalan masa depan memerlukan the future skill, keterampilan atau kemampuan masa depan. Tidak bisa menggunakan kemampuan masa lalu.”
Bagi tenaga kependidikan, Rektor menegaskan peran mereka sebagai bagian penting dari sistem pendukung layanan universitas. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya service mindset dalam menjalankan tugas.
“Semakin tinggi jabatan Saudara, semakin dituntut melayani.”
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada para PNS yang telah mengikuti pengambilan sumpah/janji.
Dengan pengambilan sumpah/janji tersebut, para PNS di lingkungan UNTAN memasuki tahap baru dalam pengabdiannya. Tanggung jawab tersebut diharapkan dapat dijalankan melalui pelayanan yang berintegritas, pengembangan kompetensi, kolaborasi, serta kontribusi terhadap kemajuan Universitas Tanjungpura.
Penulis : Tim Mahasiswa Magang Humas UNTAN



