
Ketika Mahasiswa Kedokteran UNTAN dan UNIMAS Bersatu dalam Ilmu, Pengalaman, dan Budaya di BIHEC 2026
Pontianak, 18 September 2026 — Kolaborasi antarperguruan tinggi tidak hanya berbicara tentang kerja sama kelembagaan, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas, membangun jejaring, serta memahami persoalan kesehatan dari perspektif yang berbeda.
Semangat tersebut terasa dalam Borneo International Health Education Competition (BIHEC) 2026 yang mempertemukan mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dalam rangkaian kegiatan pendidikan dan pengalaman lapangan di bidang kesehatan.
Mengusung tema “#Berkarya untuk Sehat, Bergerak untuk Berdampak”, BIHEC 2026 berlangsung selama 11 hari, sejak 7 hingga 18 September 2026. Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan pembekalan materi, tetapi juga pengalaman langsung mahasiswa melalui kunjungan ke rumah sakit dan Puskesmas serta kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat di kawasan Pal 9.
Kegiatan kemudian dilengkapi dengan city tour dan ditutup melalui Gelar Seni Budaya yang berlangsung di Ruang Amphiteater Fakultas Kedokteran UNTAN, Jumat (18/9/2026).

Belajar Kesehatan Tidak Berhenti di Ruang Kuliah
Salah satu nilai penting BIHEC 2026 adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan kesehatan diterapkan di tengah masyarakat.
Melalui kunjungan ke rumah sakit dan Puskesmas, mahasiswa mendapatkan pengalaman mengenai lingkungan pelayanan kesehatan. Sementara melalui kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat, mahasiswa tidak hanya belajar menyampaikan pengetahuan, tetapi juga berhadapan langsung dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi semakin bermakna karena mahasiswa UNTAN dan UNIMAS belajar dan berinteraksi dalam satu rangkaian kegiatan.
Kolaborasi seperti ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk saling bertukar pengalaman, cara pandang, budaya akademik, hingga pendekatan dalam memahami persoalan kesehatan.
Dengan demikian, kerja sama antarperguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama atau kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui pengalaman belajar bersama yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.
UNTAN–UNIMAS: Kolaborasi Pendidikan Kedokteran Lintas Negara
Kerja sama antara UNTAN dan UNIMAS memiliki arti strategis karena kedua perguruan tinggi berada di kawasan yang secara geografis berdekatan, yakni di Pulau Borneo, tetapi berada dalam dua negara yang berbeda.
Pertemuan mahasiswa dalam BIHEC 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan akademik tersebut, khususnya dalam bidang kedokteran dan kesehatan.
Interaksi mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman mengenai pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pendekatan edukasi kepada masyarakat.
Lebih dari itu, hubungan yang dibangun sejak masa pendidikan dapat menjadi fondasi bagi berbagai bentuk kolaborasi pada masa mendatang, seperti penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, pengembangan program akademik, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam konteks pendidikan kedokteran, jejaring seperti ini menjadi penting karena tantangan kesehatan tidak mengenal batas negara. Persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan pengetahuan, komunikasi, dan kerja sama lintas disiplin maupun lintas wilayah.
38 Mahasiswa, 11 Hari, Banyak Cerita
BIHEC 2026 diikuti oleh 38 mahasiswa yang menjalani rangkaian kegiatan selama 11 hari.
Dekan Fakultas Kedokteran UNTAN, dr. Ita Armyanti, M.Pd.Ked., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta sekaligus ucapan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja selama kurang lebih dua minggu untuk menyukseskan kegiatan.
Sementara itu, salah satu perwakilan Dosen Unimas, Madam Christina Busak Henry Sum Agong menyampaikan harapan agar pengalaman dan pertemanan yang terbentuk selama BIHEC 2026 dapat menjadi memori baik yang terus diingat oleh para peserta.
Pesan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa BIHEC tidak hanya menghasilkan pengalaman akademik, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dari dua negara dalam hubungan pertemanan dan kebersamaan.

Apresiasi bagi Mahasiswa Berprestasi
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, sertifikat diserahkan kepada perwakilan tiga mahasiswa dengan nilai tertinggi, yaitu:
- Muhammad Rifki Perkasa
- Zada Firja Devineir
- Zulfa Zahira
Penyerahan sertifikat kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang melibatkan peserta, panitia, dan tamu undangan.
Namun, penutupan BIHEC 2026 tidak berlangsung dalam suasana formal semata. Para peserta menghadirkan pertunjukan seni dan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan interaksi Indonesia–Malaysia.
Ketika Kedokteran Bertemu Budaya
Gelar Seni Budaya menjadi salah satu momen menarik dalam penutupan BIHEC 2026.
Para peserta menampilkan Pantun Berdendang, teater-tari adat Puteri Santubong Puteri Sejinjang, drama musikal Bawang Putih dan Bawang Merah, hingga flashmob dengan lagu daerah Cik Cik Periuk.
Rangkaian pertunjukan kemudian dilengkapi dengan penampilan lagu “Bergema untuk Selamanya.”
Pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa tidak hanya terjadi dalam ruang akademik. Budaya juga menjadi bahasa yang mempertemukan peserta, menciptakan suasana keakraban, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa UNTAN dan UNIMAS menyampaikan pesan dan kesan mengenai pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan selama 11 hari.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian BIHEC 2026 dirangkum melalui pemutaran video after movie, yang mengabadikan berbagai pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan.

Kolaborasi yang Diharapkan Berlanjut
BIHEC 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi dapat diwujudkan melalui kegiatan yang mempertemukan pendidikan, pengalaman lapangan, pengabdian kepada masyarakat, dan pertukaran budaya.
Bagi mahasiswa kedokteran, pengalaman belajar bersama lintas negara menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring profesional sejak dini.
Bagi perguruan tinggi, kolaborasi seperti UNTAN dan UNIMAS dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik di kawasan Borneo.
Dan bagi masyarakat, keterlibatan mahasiswa melalui edukasi kesehatan memberikan ruang bagi ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
BIHEC 2026 pun berakhir, tetapi kolaborasi yang telah dibangun diharapkan tidak berhenti pada 11 hari kegiatan. Sebab, ketika perguruan tinggi bergerak bersama, ilmu tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi karya yang memberi dampak.
Tag:Bihec 2026, Budaya, fakultas kedokteran, UNIMAS, untan



