
Untan dan Sekolah Kristen Immanuel Tandatangani PKS, Perkuat Penguasaan Bahasa Mandarin
Universitas Tanjungpura (Untan) terus memperkuat komitmen internasionalisasi pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekolah Kristen Immanuel sebagai mitra Confucius Institute Universitas Tanjungpura (CI Untan). Penandatanganan tersebut berlangsung dalam kegiatan Pemanfaatan Peluang Globalisasi: Standar HSK 3.0 dan Beasiswa CIS yang digelar di Gedung Konferensi Teater 1 Untan, Minggu (8/2/2026).
PKS ditandatangani oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Untan, Prof. Dr. rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., bersama perwakilan Sekolah Kristen Immanuel. Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Mandarin yang selaras dengan standar internasional, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap program beasiswa internasional.
Dalam sambutannya, Prof. Rustamaji menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Mandarin saat ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi strategis bagi lulusan perguruan tinggi. “Perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika global, terutama dengan semakin kuatnya peran Asia dan Tiongkok dalam perekonomian dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan penguatan Bahasa Mandarin di lingkungan Untan sejalan dengan upaya link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha serta industri. Lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan disertai kemampuan Bahasa Mandarin dinilai memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja, khususnya pada perusahaan penanaman modal asing asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Confucius Institute Universitas Tanjungpura (CI Untan) Perwakilan Indonesia, Ina, S.E., M.Ed., menyampaikan bahwa penguasaan Bahasa Mandarin membuka peluang besar bagi mahasiswa dan tenaga pendidik untuk bersaing di tingkat internasional.
“Melalui sosialisasi HSK 3.0 dan Beasiswa Confucius Institute Scholarship (CIS), kami ingin mendorong sivitas akademika agar berani mengambil kesempatan belajar dan berjejaring secara global,” ungkap Ina.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi standar terbaru Tes Kemampuan Berbahasa Mandarin HSK 3.0 serta pemaparan peluang Beasiswa CIS Tahun 2026. Selain penandatanganan PKS, rangkaian acara turut dirangkai dengan penyerahan donasi alat musik dan buku, serta sesi foto bersama.
Melalui kerja sama ini, Untan berharap penguatan kompetensi Bahasa Mandarin dapat mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong terwujudnya sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global.



