
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai Edukasi Bahaya Rokok di SMPN 8 Pontianak Sukses Digelar
Pontianak – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura berhasil menyelenggarakan kegiatan edukasi tentang bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik di SMPN 8 Kota Pontianak. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 14 Juli 2026 yang melibatkan 78 siswa-siswi SMPN 8 Kota Pontianak, yang terselenggara atas kerjasama FK Untan dan SMPN 8 Kota Pontianak. Sesuai jadwal yang telah direncanakan, kegiatan dimulai dengan pembukaan yaitu sambutan dari ketua PKM Ririn Afrian Sulistyawati, S.Kep., Ns., M.Kep., serta Kepala Sekolah Bapak Suparji, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Kepala Sekolah menyampaikan bahwa perilaku merokok mulai ditemukan di kalangan siswa-siswi SMP Negeri 8 Kota Pontianak. Beliau berharap melalui berbagai upaya edukasi dan pencegahan, angka kejadian tersebut dapat terus menurun. Selain itu, Kepala Sekolah juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya menghindari kebiasaan merokok, tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga untuk mendukung pencapaian cita-cita. Beliau menekankan bahwa banyak profesi mensyaratkan kondisi fisik yang sehat serta bebas dari kebiasaan merokok. Acara kemudian berlanjut dengan pre-test, pemutaran video edukasi dengan judul Bahaya Rokok Konvensional dan Rokok Elektrik: Lindungi Paru-parumu dari Kanker, diikuti oleh sesi pembahasan materi oleh Titan Ligita, PhD, diskusi dan tanya jawab, ice breaking dan post test. Pelaksanaan PKM ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh dosen keperawatan FK Untan dengan melibatkan tenaga kependidikan (Hazwani, S.Kep. Ners) dan mahasiswa Keperawatan FK Untan yang saat itu bertugas memfasilitasi kelancaran rangkaian acara (Nadine Febriana, Louese Odilia Party Sitanggang, Vanesa Aprianty Pabeka. dan Muhammad Farel Irwansyah).
Peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang penuh interaksi. Irfan salah satu siswa kelas 9 menyampaikan kesannya, “Acara seru, penjelasan mudah dipahami, usul untuk kegiatan selanjutnya mengangkat tema tentang menjaga kesehatan dari perilaku yang sering terabaikan.” Sementara itu, Nasya menambahkan, “Banyak mendapatkan ilmu, acaranya seru, jawaban atas pertanyaan yang diberikan sudah sangat jelas, serta usul untuk mendapatkan materi tentang kesehatan mental.” Tanggapan positif ini menunjukkan keberhasilan tim dalam menyampaikan materi secara mudah dicerna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Evaluasi kegiatan secara keseluruhan menilai bahwa pendekatan kombinasi video, diskusi, dan ice breaking efektif meningkatkan pemahaman serta kesadaran peserta terhadap risiko kesehatan akibat rokok.
Kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga meninggalkan pesan kuat tentang bahaya rokok konvensional dan rokok elektrik dengan tema “Lindungi Paru-Parumu dari Kanker”. Tim berharap siswa dapat menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal-hal kecil, serta menjadi agen perubahan di lingkungan mereka untuk mencegah dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik dan mental. Suksesnya acara ini menjadi bukti komitmen perguruan tinggi dalam berkontribusi pada masyarakat, khususnya generasi muda.



