
UNTAN Siapkan Teknologi RO untuk Atasi Krisis Air Rumah Sakit di Pontianak
Pontianak – Krisis air bersih yang terjadi di Kota Pontianak akibat intrusi air laut mulai berdampak pada kebutuhan vital, termasuk layanan kesehatan. Kondisi ini mendorong Universitas Tanjungpura (UNTAN) berkolaborasi dengan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa untuk memastikan ketersediaan air yang memenuhi kebutuhan khusus rumah sakit, terutama bagi layanan hemodialisis.
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan kadar garam pada sumber air baku saat ini telah mencapai sekitar 5.000 mg/L. Kondisi tersebut membuat air baku tidak memenuhi persyaratan untuk kebutuhan medis tertentu.
“Stok air tawar Kota Pontianak sudah sangat minim karena air baku yang diolah saat ini berkadar garam tinggi dan tidak memenuhi syarat untuk hemodialisis. Kolaborasi ini sangat mendesak dilakukan untuk mengatasi kondisi force majeure yang terjadi saat ini,” ujar Zulhiyardi.
Menjawab kondisi tersebut, UNTAN menyiapkan teknologi pengolahan air berbasis desalinasi dengan membran Reverse Osmosis (RO) bertingkat. Teknologi ini merupakan hasil pengembangan Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknik UNTAN.
Rancang bangun tersebut dikembangkan untuk mengolah air dari berbagai sumber, termasuk air laut, sungai, air hujan, maupun air PDAM. Sistem RO bertingkat memungkinkan pengolahan air dilakukan melalui beberapa tahapan membran yang disesuaikan dengan karakteristik air baku.
Dalam pengembangannya, sistem ini dilengkapi dengan pemantauan debit menggunakan flowmeter digital serta pengujian sejumlah parameter, seperti pH, suhu, salinitas, dan konduktivitas.
Wakil Rektor IV UNTAN, Prof. Dr. rer. nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., IPU., menyampaikan bahwa pertemuan dengan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa pada 28 Agustus 2026 menjadi langkah penting dalam merespons krisis air yang sedang terjadi. Menurutnya, kondisi kemarau berkepanjangan membuat pengolahan air secara konvensional menghadapi tantangan dalam menangani kadar salinitas air.
“UNTAN siap hadir sebagai problem solver bagi masyarakat. Rancang bangun alat Reverse Osmosis kami sudah siap dan tinggal dimobilisasi ke pihak Perumda,” jelas Prof. Rustamaji.
Pengoperasian dan mobilisasi unit RO tersebut akan dikawal oleh tim teknis UNTAN di bawah pimpinan Ketua Jurusan Teknik Kelautan UNTAN, Dr. Eng. Mochammad Meddy Danial, S.T., M.T., IPM. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu menyediakan air dengan kualitas yang dibutuhkan serta menjaga keberlangsungan layanan kesehatan selama krisis air berlangsung.
Bagi UNTAN, inovasi ini tidak berhenti sebagai hasil penelitian. Teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus kini diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Di tengah krisis air bersih, kebutuhan akan air bersih tidak lagi sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan layanan kesehatan.
Istilah Penting
Reverse Osmosis (RO)
Teknologi penyaringan air menggunakan membran berpori sangat halus untuk menghilangkan garam, mineral berlebih, bakteri, virus, dan berbagai zat terlarut sehingga menghasilkan air dengan tingkat kemurnian tinggi.
Desalinasi
Proses mengurangi atau menghilangkan kadar garam dari air payau maupun air laut agar dapat dimanfaatkan sebagai air bersih.
Hemodialisis
Prosedur cuci darah bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan air dengan tingkat kemurnian sangat tinggi agar aman digunakan selama proses terapi.
Intrusi Air Laut
Masuknya air laut ke sumber air tawar, seperti sungai atau air tanah, sehingga meningkatkan kadar garam dan menurunkan kualitas air.



