
Bursa Wirausaha Unggulan Kalimantan Barat 2026 Dorong UMKM Bertumbuh melalui Inovasidan Pemanfaatan Teknologi
PONTIANAK – Bursa Wirausaha Unggulan Kalimantan Barat 2026 mengangkat tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak” melalui rangkaian talkshow dan diskusi panel yang membahas pengembangan kewirausahaan, pemanfaatan platform digital, serta penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pertumbuhan usaha. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, di Pontianak.
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi peserta dalam memahami peluang usaha, mengembangkan potensi di lingkungan sekitar, serta menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan teknologi.
Rangkaian sesi kewirausahaan terdiri atas Talkshow Wirausaha Berdampak dan Panel Diskusi. Kedua sesi menghadirkan narasumber dari lingkungan Universitas Tanjungpura, pelaku usaha, dan praktisi yang membagikan perspektif mengenai pengembangan usaha dari berbagai sisi.

Pada sesi pertama, Talkshow Wirausaha Berdampak menghadirkan Dr. Muhammad Fahmi, S.E., M.M.Ak., selaku Ketua Pengelola Rusunawa dan Asrama Universitas Tanjungpura, dengan topik “Asrama Berdampak: Dari Masalah Sehari-hari Menjadi Ide, Aksi, dan Peluang”. Sesi yang berlangsung pukul 13.35–14.25 WIB tersebut dimoderatori oleh Ferdinand Hidayat, S.Si., M.Si., Kepala Divisi Kewirausahaan UPA PK2 Universitas Tanjungpura.
Dalam pemaparannya, Fahmi menekankan bahwa asrama mahasiswa tidak seharusnya hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, talenta, dan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, berbagai kebutuhan dan persoalan sehari-hari dapat menjadi titik awal untuk menciptakan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui konsep Asrama Berdampak, yakni pemanfaatan potensi lingkungan asrama untuk mengembangkan berbagai aktivitas produktif. Beberapa contoh yang disampaikan meliputi pembuatan kolam lele, budidaya ikan, penanaman melon dan pepaya, serta budidaya sayuran dan pembibitan buah-buahan.
Terinspirasi dari konsep pengelolaan sumber daya dalam permainan Hay Day, gagasan ini mendorong mahasiswa untuk melihat lingkungan sekitarnya sebagai sumber peluang yang dapat dikembangkan secara nyata. Pengembangannya juga mencakup peningkatan keterampilan, hilirisasi, dan kemitraan dengan melibatkan dosen serta praktisi agar kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat lebih luas.
Fahmi menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa perlu diarahkan pada kemampuan untuk berkontribusi bagi masyarakat, termasuk membangun daerah asal melalui pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Kita mulai dari asrama, kita tumbuh untuk Indonesia,” ujarnya.
Memasuki sesi kedua, Panel Diskusi yang berlangsung pukul 14.30–15.55 WIB menghadirkan dua narasumber, yaitu Meriani Anengsi, pemilik Montibif Beef Roti, dan Kreshna Manggala Putra dari MWX Indonesia. Diskusi dimoderatori oleh Sarfandi dari ABDSI Kalimantan Barat. Sesi ini membahas strategi pengembangan usaha melalui platform digital, penguatan merek, riset pasar, dan pembuatan konten pemasaran berbasis AI.
Meriani Anengsi membagikan pengalamannya mengembangkan Montibif Beef Roti, yang berawal dari proses produksi bersama ibunya dan penjualan di pinggir jalan. Seiring perkembangan usaha, pemanfaatan GrabFood membuka peluang untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan usaha hingga mampu merekrut karyawan. Meski demikian, Meriani tetap terlibat dalam proses produksi.
Selain memanfaatkan platform pemesanan makanan, ia menggunakan Instagram, siaran langsung (live), dan TikTok sebagai sarana pemasaran. Ia juga menyoroti pentingnya strategi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, seperti penawaran paket bundling, serta kualitas foto produk untuk menarik perhatian calon pembeli di platform digital.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha memanfaatkan kanal pemasaran dan menyusun strategi yang relevan dengan perilaku konsumen.
Sementara itu, Kreshna Manggala Putra membahas pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung riset, penguatan merek, dan produksi konten pemasaran. Menurutnya, AI dapat membantu pelaku usaha menelusuri informasi industri dan pasar, mempelajari harga, menyusun kata kunci untuk pemasaran digital, hingga merancang naskah video promosi.
Ia juga menekankan pentingnya menyusun prompt atau instruksi yang tepat agar hasil yang diberikan AI sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan pemanfaatan yang terarah, teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif dalam mengikuti perkembangan pasar.
Namun, Kreshna mengingatkan bahwa AI tetap merupakan alat bantu dan bukan pengganti hubungan antarmanusia. Dalam pemasaran, konten yang dihasilkan perlu tetap mendukung komunikasi dan hubungan yang terbangun antara pelaku usaha dengan pelanggan.
“Kalau kita membuat usaha tidak menggunakan AI, sudah dipastikan tertinggal dari usaha teman-teman yang menggunakan AI,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, “Jualan itu soal hubungan, AI membantu merawatnya mulai dari satu konten.”
Menurut Kreshna, pemanfaatan AI pada akhirnya harus diarahkan untuk memperkuat hubungan tersebut, bukan sekadar menghasilkan konten. “AI hanya sebagai tools atau alat bantu yang akhirnya bisa membantu merawat hubungan-hubungan antar manusia,” tambahnya.
Melalui kedua sesi tersebut, Bursa Wirausaha Unggulan Kalimantan Barat 2026 menyoroti bahwa pertumbuhan usaha dapat dimulai dari langkah sederhana, baik dengan mengoptimalkan potensi lingkungan maupun memanfaatkan teknologi digital. Pengembangan keterampilan, strategi pemasaran, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Sejalan dengan tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk tidak berhenti pada gagasan, tetapi berani mengambil langkah nyata, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta menciptakan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penulis : Deya Febri Pratiwi



