
UNTAN Mengajak Anak Kota Pontianak Suarakan Mitigasi Bencana Melalui Lomba “Bercerita Lewat Foto”
Pontianak – Universitas Tanjungpura (UNTAN) mendorong partisipasi anak dalam upaya mitigasi bencana melalui Lomba “Bercerita Lewat Foto” yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Sebanyak 13 tim finalis tingkat SMA/sederajat dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak mempresentasikan karya terbaik mereka pada Grand Final yang berlangsung di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Minggu (19/7/2026).
Lomba ini diselenggarakan oleh Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Tanjungpura bekerja sama dengan Forum Anak Kota Pontianak serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi anak dan remaja untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai mitigasi bencana melalui karya fotografi dan narasi.
Berbeda dengan lomba fotografi pada umumnya, Lomba “Bercerita Lewat Foto” tidak hanya menilai kualitas visual, tetapi juga kemampuan peserta menyampaikan pesan dan gagasan melalui foto yang dipadukan dengan narasi. Sebelum memasuki grand final, seluruh peserta mengikuti seminar dan lokakarya mengenai mitigasi bencana, teknik fotografi, serta penyusunan narasi.
Berbekal materi tersebut, para peserta menghasilkan karya yang mengangkat berbagai persoalan di lingkungan sekitar, seperti sistem drainase yang memicu genangan, pengelolaan sampah, kondisi sungai, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Pengalaman mengikuti rangkaian kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Tim AlertLens yang diketuai Marshanda Aulia Putri berhasil meraih Juara I. Menurut Marsha, perlombaan ini menjadi pengalaman pertama bagi timnya untuk menyampaikan gagasan melalui fotografi dan narasi sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menyuarakan isu-isu di lingkungan sekitar.
“Perlombaan ini menjadi pengalaman yang akan selalu kami kenang. Kami tidak hanya belajar menyampaikan pesan melalui foto, tetapi juga semakin percaya diri untuk terus berkarya dan menyuarakan isu-isu di sekitar kami. Semoga kami dapat kembali berpartisipasi pada kesempatan berikutnya dengan kemampuan yang lebih baik,” ujar Marsha.
Kesan serupa juga disampaikan Kelompok MDC FURAP sebagai peraih Juara II dan Tim Trio Buka-Bukaan sebagai peraih Juara III. Mereka menilai kegiatan ini mendorong peserta untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekaligus memberikan ruang bagi anak dalam menyampaikan persoalan yang mereka temui melalui karya foto dan narasi.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Joshua Fernando, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan bahwa lomba ini dirancang untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi anak agar dapat menyampaikan pandangan mereka mengenai isu kebencanaan melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Anak sering diposisikan sebagai kelompok yang harus dilindungi saat bencana terjadi. Padahal, mereka juga memiliki pengalaman, pengetahuan, dan cara pandang yang dapat menjadi masukan dalam upaya mitigasi bencana. Melalui Lomba ‘Bercerita Lewat Foto’, kami ingin menghadirkan ruang agar suara mereka dapat didengar melalui foto dan cerita yang mereka hasilkan sendiri,” ujarnya.
Menurut Joshua, keunikan kegiatan ini terletak pada penggunaan metode photovoice, yaitu pendekatan partisipatif yang memanfaatkan fotografi sebagai media bagi peserta untuk mendokumentasikan kondisi lingkungan, merefleksikan pengalaman, sekaligus menyampaikan aspirasi mereka terkait mitigasi bencana. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan sebagai subjek yang aktif mengidentifikasi persoalan serta menawarkan gagasan berdasarkan pengalaman mereka.
Dalam menyusun narasi, peserta menggunakan pendekatan SHOWeD untuk mengidentifikasi persoalan yang mereka temukan, menjelaskan pentingnya isu tersebut, menghubungkannya dengan kehidupan masyarakat, serta merumuskan tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Seluruh karya kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri sehingga menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif anak dengan akademisi, praktisi, dan para pemangku kepentingan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penelitian mengenai komunikasi partisipatoris kelompok anak dalam mitigasi bencana di Kota Pontianak melalui metode photovoice. Penelitian tersebut bertujuan memahami bagaimana anak memaknai risiko bencana, membangun narasi berdasarkan pengalaman, serta mengomunikasikan gagasan sebagai bentuk partisipasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perspektif anak tidak hanya berhenti sebagai karya dalam sebuah perlombaan, tetapi menjadi masukan bagi pemerintah, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan komunikasi mitigasi bencana yang lebih inklusif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat pemenuhan hak anak untuk didengar dan dilibatkan dalam berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan mereka, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Pontianak yang semakin ramah anak.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh karya peserta akan didokumentasikan dalam bentuk modul mitigasi bencana dan peta bencana yang dapat dimanfaatkan oleh mitra Forum Anak Kota Pontianak sebagai media edukasi, kampanye mitigasi bencana, serta upaya meningkatkan partisipasi anak dalam pengurangan risiko bencana.
Tentang Kegiatan
Lomba “Bercerita Lewat Foto” merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Tanjungpura yang mengembangkan edukasi berbasis photovoice. Program ini memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali, mendokumentasikan, dan menyampaikan kondisi lingkungan melalui foto dan cerita. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga memperkuat partisipasi anak dalam membangun kesadaran, kesiapsiagaan, dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.


