
BINA NARASI: Perkuat Kapasitas Tim Humas UNTAN
Ikuti Studi Banding Pengelolaan Kehumasan dan Penjajakan Sertifikasi Kompetensi di Jakarta
Jakarta – Universitas Tanjungpura (UNTAN) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan melalui program *BINA NARASI (Sinergi dan Peningkatan Kapasitas Kehumasan Strategis UNTAN). Sebagai bagian dari program tersebut, Tim Humas UNTAN melaksanakan studi banding pengelolaan kehumasan di *Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin (PDS H.B. Jassin) serta melakukan penguatan wawasan kompetensi kehumasan di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) INSCINEMA pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (BPKHM) UNTAN Endah Priyanti, Ketua Tim Kerja Sama dan Humas Arya Pratama Gustia Putra, serta empat staf humas. Pelaksanaan BINA NARASI merupakan rangkaian agenda penguatan kehumasan yang dilaksanakan setelah Tim Humas UNTAN mengikuti Rapat Koordinasi Kehumasan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada 19–20 Agustus 2026 di Jakarta.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin. Rombongan UNTAN disambut oleh Pustakawan Profesional Perpustakaan Jakarta, Thian Wisnu Isnanto, bersama tim humas. Dalam sambutannya, Thian menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus membuka ruang diskusi mengenai pengelolaan kehumasan di masing-masing institusi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro BPKHM UNTAN Endah Priyanti menjelaskan bahwa BINA NARASI merupakan program strategis yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kehumasan melalui pembelajaran langsung dari institusi yang telah menerapkan praktik komunikasi publik secara efektif.
“Kehumasan harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Melalui BINA NARASI, kami ingin mempelajari praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi di UNTAN agar komunikasi institusi semakin profesional, adaptif, dan mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Endah.
Perpustakaan Jakarta dipilih sebagai salah satu lokasi studi banding karena dinilai berhasil mengembangkan komunikasi publik yang mampu mengemas informasi dan literasi menjadi lebih relevan, menarik, serta dekat dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Tim Humas UNTAN mempelajari berbagai aspek pengelolaan kehumasan, mulai dari strategi pengelolaan media sosial, penguatan branding institusi, pembagian peran dan alur kerja tim humas, hingga manajemen penyusunan informasi dan produksi konten.
Salah satu praktik baik yang menjadi perhatian Tim Humas UNTAN ialah strategi komunikasi Perpustakaan Jakarta melalui tagline “Belajar, Berkarya, Bertumbuh” dan kampanye #SedekatItu. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana narasi yang dibangun secara konsisten mampu menghadirkan layanan literasi yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat citra institusi. Pengalaman tersebut menjadi referensi bagi Tim Humas UNTAN dalam mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Pada hari yang sama, Tim Humas UNTAN melanjutkan kunjungan ke LSP INSCINEMA untuk mendalami perkembangan kompetensi profesi kehumasan. Dalam sesi tersebut, Jojo S. Nugroho, mantan Ketua Umum Asosiasi Public Relations Indonesia (APRI), memaparkan perkembangan kompetensi humas di era digital, skema sertifikasi profesi public relations, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI) dalam praktik kehumasan.
Diskusi menekankan bahwa perkembangan AI membuka peluang baru dalam mendukung pekerjaan kehumasan. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi dengan penguasaan kompetensi dasar dan pemahaman terhadap standar profesi agar penggunaannya tetap mengedepankan prinsip komunikasi yang strategis, etis, dan bertanggung jawab.
Selain itu, Tim Humas UNTAN juga memperoleh wawasan mengenai kompetensi yang perlu dimiliki praktisi humas masa kini, termasuk pengelolaan isu dan komunikasi krisis. Dalam pembahasan tersebut, LSP INSCINEMA menekankan pentingnya setiap institusi memiliki panduan mitigasi krisis komunikasi sebagai acuan dalam mengantisipasi, merespons, dan menangani berbagai potensi krisis secara terarah. Panduan tersebut diperlukan untuk membantu institusi menjaga konsistensi langkah komunikasi sekaligus melindungi reputasi organisasi.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan kerja sama yang telah terjalin antara UNTAN dan LSP INSCINEMA. Melalui diskusi tersebut, kedua pihak membahas pengembangan kerja sama yang relevan dengan kebutuhan institusi, termasuk penguatan kompetensi sumber daya manusia, pemutakhiran pemahaman mengenai standar profesi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dan tenaga kehumasan UNTAN.
Melalui program BINA NARASI, Universitas Tanjungpura berharap berbagai praktik baik dan wawasan yang diperoleh dari studi banding di Perpustakaan Jakarta serta penguatan kompetensi bersama LSP INSCINEMA dapat diimplementasikan dalam penguatan tata kelola kehumasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan strategi komunikasi yang semakin profesional, adaptif, serta berdampak bagi masyarakat.


