
Untan dan Indosat Hadirkan Airena Belajar, Bekali Mahasiswa Manfaatkan AI secara Cerdas dan Bertanggung Jawab
Pontianak – Universitas Tanjungpura (Untan) berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison melalui program IM3 with Google Gemini menggelar talkshow Airena Belajar bertema “Ngulik AI Bersama Para Expert” pada Kamis (13/8) di Theatre 1 Gedung Konferensi Untan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab guna mendukung proses belajar maupun berkarya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untan, Dr. Achmadi, M.Si., menyampaikan bahwa perkembangan AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak agar mampu meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan daya saing tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis.
“Jangan pernah menggunakan AI untuk menggantikan proses berpikir. Gunakan AI untuk memperkuat cara kita berpikir,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen Untan dalam mendukung transformasi digital di lingkungan kampus, Kepala Biro Keuangan dan Umum Untan, Syarif Zulkifli, S.T., S.E., M.M., memperkenalkan Raisa, layanan chatbot berbasis AI hasil kolaborasi Untan dengan Indosat dan Google Gemini. Layanan tersebut dirancang untuk memudahkan mahasiswa mengakses berbagai informasi dan layanan kampus secara lebih cepat.

Sejalan dengan semangat tersebut, sesi talkshow menghadirkan Ismia Turrohima, Google Student Ambassador, yang memperkenalkan Google Gemini beserta berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung aktivitas akademik. Menurutnya, AI dapat membantu proses riset, mengembangkan ide, mengolah konten, memperbaiki tata bahasa, menghasilkan gambar, hingga membantu penulisan kode pemrograman (coding).
Meski demikian, Ismia mengingatkan bahwa AI tidak boleh dijadikan pengganti kemampuan berpikir kritis. Setiap informasi yang dihasilkan AI tetap perlu diverifikasi karena masih berpotensi menghasilkan informasi yang kurang akurat.
“Jangan percaya seratus persen jawaban dari AI. Karena AI bisa memberikan jawaban yang bias dan berhalusinasi. Karena itu, selalu pastikan keakuratan jawaban yang diberikan,” tegasnya.
Selain membahas pemanfaatan AI dalam dunia akademik, peserta juga memperoleh perspektif mengenai penerapan AI di industri kreatif. Pada sesi berikutnya, Brillian Fairiandi selaku Visual AI Expert membagikan pengalamannya memanfaatkan AI untuk mengembangkan konten media sosial dan menghasilkan berbagai karya visual.
Brilian menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat pendukung dalam proses storytelling apabila dimanfaatkan secara tepat. Ia juga memperkenalkan konsep dasar AI, mulai dari perbedaan AI Tool, AI Model, hingga prompt, serta membagikan tips menyusun prompt agar AI mampu menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan AI akan menjadi keterampilan yang semakin penting di masa depan.
“AI adalah kemampuan baru yang perlu kita pelajari. Jadi, kita harus pandai menemukan cara untuk memanfaatkannya dalam membantu pekerjaan dan berkarya,” ujarnya.
Setelah penyampaian materi, peserta diajak menyaksikan demonstrasi penggunaan Google Gemini dalam pembuatan animasi dan pengeditan video sehingga dapat melihat secara langsung penerapan AI dalam proses kreatif. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif dan pembagian sertifikat elektronik kepada peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah seorang peserta, Muhammad Habibie Dinari, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan AI. Menurutnya, AI tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi, tetapi juga mendukung proses kreatif dalam menghasilkan karya.
“Di sini saya belajar kalau ternyata AI bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk teman mencari informasi, tetapi juga bisa digunakan secara luas untuk membantu proses kreatif,” tuturnya.
Melalui kegiatan Airena Belajar, Untan bersama Indosat Ooredoo Hutchison berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan AI dengan memanfaatkannya secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
Kontributor: Artika Fitria Ramadhani


