
Tim Farmasi FK UNTAN Juara I Lomba Riset Sawit 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN). Tim mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran (FK) UNTAN berhasil meraih Juara I Lomba Riset Sawit 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 20–21 Juli 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui karya riset berjudul “Palmaskin: Pengembangan Serum dan Krim Berbasis Mikroemulsi Tocotrienol-Rich Fraction dari Crude Palm Oil (CPO) sebagai Anti-Aging.” Inovasi ini mengembangkan pemanfaatan fraksi kaya tokotrienol dari minyak sawit mentah sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit anti-penuaan yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi industri hilir kelapa sawit Indonesia.
Tim peneliti diketuai Ikhwanul Kirom dengan anggota M. Ridho Anwar Fadhillah, Tessa Stevia, Wulan Apsanita, dan Samuel Crishanzen Chang. Selama proses penelitian, tim mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing Dr. apt. Inarah Fajriaty, S.Farm., M.Si.
Dekan Fakultas Kedokteran UNTAN, dr. Ita Armyanti, M.Pd.Ked., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi riset yang kompetitif dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, semangat kolaborasi, dan komitmen mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani mengikuti berbagai kompetisi ilmiah,” ujarnya.
Keberhasilan tim tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan dosen pembimbing sejak tahap penyusunan gagasan, pelaksanaan penelitian, hingga penyempurnaan hasil riset sebelum dipresentasikan dalam kompetisi nasional tersebut.
Ketua tim, Ikhwanul Kirom, mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraih bersama timnya. Ia mengatakan perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah karena harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, penelitian di laboratorium, dan penyelesaian analisis data.
“Kami sangat bersyukur, haru, dan tidak menyangka bisa meraih hasil terbaik. Selama proses penelitian, kami harus mampu mengatur waktu antara kuliah dan riset, menghadapi berbagai tantangan di laboratorium, serta menyelesaikan analisis data yang cukup kompleks. Berkat kekompakan tim dan bimbingan Ibu Dr. Inarah Fajriaty, seluruh proses dapat kami lalui dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Ikhwanul, penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan penelitian mereka, melainkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang telah dihasilkan.
“Prestasi ini kami persembahkan untuk almamater tercinta, Program Studi Farmasi, Bagian Farmasi, Fakultas Kedokteran UNTAN. Kami berharap hasil riset yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta industri kelapa sawit di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing tim, Dr. apt. Inarah Fajriaty, S.Farm., M.Si., menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari dedikasi, kedisiplinan, serta semangat belajar para mahasiswa selama menjalankan penelitian.
“Saya sangat bangga dengan capaian mereka. Sejak awal penyusunan ide hingga pelaksanaan penelitian, seluruh anggota tim menunjukkan komitmen, ketelitian, dan daya kritis yang sangat baik. Mereka mampu bekerja sama secara solid sehingga menghasilkan penelitian yang berkualitas,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, memiliki potensi besar dalam pengembangan riset berbasis kelapa sawit. Menurutnya, penelitian seperti Palmaskin dapat menjadi salah satu bentuk inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit melalui pendekatan sains dan teknologi.
“Saya berharap penelitian ini tidak berhenti sebagai karya ilmiah atau prestasi kompetisi semata, tetapi terus dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat maupun industri,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTAN, Dr. Achmadi, M.Si. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNTAN mampu bersaing di tingkat nasional melalui riset yang inovatif dan solutif.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim mahasiswa Universitas Tanjungpura yang berhasil meraih Juara I Lomba Riset Sawit 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UNTAN mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi, riset, dan kolaborasi yang memberikan solusi bagi masyarakat serta mendukung pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Achmadi, universitas akan terus memperkuat ekosistem pembinaan prestasi mahasiswa melalui pendampingan, dukungan pendanaan, dan pengembangan kapasitas agar semakin banyak karya inovatif yang lahir dari UNTAN.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa semangat riset, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa UNTAN dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan terus berkembang. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim, dosen pembimbing, serta semua pihak yang telah mendukung lahirnya prestasi yang membanggakan ini,” lanjutnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat terus dikembangkan hingga memasuki tahap hilirisasi dan implementasi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan sektor perkebunan Indonesia.
“Semoga capaian ini semakin mengharumkan nama Universitas Tanjungpura sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam riset, inovasi, dan prestasi mahasiswa,” pungkasnya.
Prestasi ini semakin mempertegas komitmen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dalam membangun budaya riset, inovasi, dan kolaborasi di kalangan mahasiswa. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNTAN untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang berdampak, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Tag:fakultas kedokoteran, farmasi, Juara, untan



