
UNTAN Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Sejak Dini untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Civitas Akademika
Pontianak – Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana kebakaran, Universitas Tanjungpura (UNTAN) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Sejak Dini pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang E-Learning 3 dan 4 serta halaman Gedung Konferensi UNTAN mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNTAN dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan tanggap terhadap berbagai situasi darurat, khususnya ancaman kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Melalui sosialisasi ini, peserta diberikan edukasi praktis mengenai langkah-langkah pencegahan, penanganan awal kebakaran, hingga prosedur penyelamatan diri dan evakuasi.

Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari Kepala Bagian Umum dari masing-masing fakultas, Kepala Subbagian dari lembaga dan Pascasarjana, staf bagian umum, serta tenaga keamanan di lingkungan UNTAN. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di setiap unit kerja dalam menghadapi kondisi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis mengenai penyebab dan risiko kebakaran, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta langkah-langkah penanggulangan kebakaran secara cepat dan tepat. Sesi praktik yang dilaksanakan di halaman Gedung Konferensi UNTAN menjadi sarana bagi peserta untuk mengasah keterampilan menghadapi situasi darurat secara langsung.

Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, UNTAN berharap seluruh unsur civitas akademika semakin memahami pentingnya budaya keselamatan kerja dan memiliki kemampuan dasar dalam mencegah serta menangani kebakaran sejak dini. Dengan demikian, lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap bencana dapat terus terwujud.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh warga kampus demi terciptanya sistem penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan.



